Narasi
Sains

Narasi Penciptaan Alam Semesta dalam al-Quran

 


Pengantar Redaksi:

Sejak dahulu, manusia selalu penasaran dengan alam semesta ini. Bagaimana alam semesta ini diciptakan atau tercipta? Itulah pertanyaan purba yang bergelayut dalam pikiran manusia sampai masa kini. Pertanyaan ini memunculkan banyak sekali postulat, teori, dan banyak sekali hipotesis. Sebagian di antaranya telah tumbang hanya menjadi mitos-mitos. Akan tetapi, al-Quran sebagai wahyu Tuhan telah memberikan isyarat yang konsisten: alam semesta ini diciptakan oleh Allah. Lantas, bagaimana kontekstualisasi narasi al-Quran ini dengan temuan-temuan sains modern tentang penciptaan alam semesta? Dalam edisi kali ini, Redaksi menurunkan sebuah artikel pendek tentang narasi al-Quran tentang penciptaan alam semesta. Artikel ini sudah diterbitkan pertama kali di Republika.


 

”Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”  (QS: Ar Rahman [55}: 37-38)

 

Sejak dahulu kala, manusia dari masa ke masa selalu mempertanyakan proses penciptaan alam semesta. Berawal dari pertanyaan sederhana itu, kemudian tercipta beragam teori tentang penciptaan alam semesta. Di antara beragam teori itu, yang paling dikenal adalah teori Materialisme dan Teori Ledakan Besar (Big Bang Theory).

Materialisme merupakan salah satu aliran dalam ilmu filsafat yang dikembangkan oleh para filosof Yunani Kuno. Materialisme adalah aliran yang memandang bahwa segala sesuatu adalah realitas, dan realitas seluruhnya adalah materi belaka. Menurut teori ini, alam semesta sudah ada sejak waktu yang tak terbatas.

Menurut penganut paham materialisme, alam tidak memiliki awal maupun akhir.  Teori ini juga menyakini bahwa alam semesta tidak diciptakan, tetapi ada dengan sendirinya. Segala sesuatu dalam alam semesta hanyalah peristiwa kebetulan atau ketidaksengajaan dan bukan merupakan hasil dari sebuah rancangan atau visi yang disengaja.

Teori ini diagung-agungkan  para materialis  di abad ke-19,  termasuk Ludwig Freuerbach (1804-1872). Menurut pendapatnya,  hanya alamlah yang ada, manusia juga termasuk alam. Dia menganggap bahwa jiwa ada setelah materi, jadi psikis manusia merupakan salah satu gejala dari materi yang ada.

Baca Juga:   Sains dan Islam pada Abad Pertengahan

 

Kaum materialis juga mengingkari adanya the ultimate nature of reality (realitas tertinggi atau Yang Mutlak). Mereka menganggap bahwa doktrin alam semesta yang digambarkan oleh sains merupakan materialisme sederhana.

Kaum materialis menyatakan bahwa para filosof tidak dapat menambah, dalam arti memperbaiki pengertian materi yang bersifat deskriptif yang diberikan  para ilmuwan pada masa hidupnya. Paham materialisme ini memiliki beberapa aliran, yakni; materialisme lama, materialisme modern, serta materialisme dialektis/historis.

 

Teori materialisme yang sempat diagungagungkan para filsuf dan ilmuwan Barat dipatahkan oleh Teori Ledakan Besar (Bing Bang Theory). Seiring ditemukannya fakta tentang  terjadinya Ledakan Besar oleh seorang Ahli Astronomi  Amerika bernama  Edwin Hubble pada 1929, kebenaran Teori Ledakan Besar pun semakin kokoh.

Teori Ledakan Besar mengungkapkan bahwa alam semesta termasuk bumi dan isinya itu terbentuk dari sebuah ledakan besar. Teori ini menyatakan adanya “awal atau permulaan” pada alam semesta — yang disebabkan oleh Big Bang. Kalau alam semesta itu memiliki permulaan, maka tentu saja ada yang menciptakannya yakni Tuhan,  Sang Pencipta semesta alam.

 

Beberapa puluh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1948 seorang peneliti bernama George Gamov berpendapat, seharusnya ada sisa-sisa radiasi dari hasil big bang. Tak lama setelah itu, dua orang peneliti bernama Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan sisa radiasi dari Ledakan Besar berupa radiasi latar belakang kosmik.

Radiasi ini tidak seperti apapun yang berasal dari seluruh alam semesta, karena luar biasa seragam. Radiasi ini tidak dibatasi dan tersebar merata di seluruh jagad raya. Ternyata radiasi ini merupakan gema dentuman besar. Berkat penemuan itu baik Arno Penzias dan Robert Wilson dihadiahi Nobel untuk penemuan besar mereka.

Pada tahun 1989, National Aeronautics and Space Administration (NASA) meluncurkan sebuah satelit yang dilengkapi dengan instrumen sensitif Cosmic Background Emission Explorer (COBE) ke luar angkasa guna mendeteksi radiasi latar belakang kosmik yang ditemukan oleh Arno Penzias dan Robert Wilson. Hanya dalam hitungan menit, (COBE) mampu menemukan radiasi latar belakang kosmik.

 

Baca Juga:   Motivasi Islam untuk Pengembangan Sains

Sejumlah bukti lainnya yang menunjukkan alam semesta berasal dari sebuah ledakan besar adalah terdapatnya kandungan Hidrogen dan Helium yang tersebar di seluruh jagat raya.  Jika alam semesta tidak memiliki awal, seharusnya Hidrogen telah menghilang dari alam semesta ini diakibatkan perubahan atom Hidrogen menjadi atom Helium.

Ini bukti yang ditemukan dari penelitian yang panjang. Akhirnya para ilmuwan di dunia mengakui kebenaran bahwa alam semesta lahir dari sebuah ladakan besar yang tentu saja diciptakan keberadaannya.

Belasan abad sebelum para ahli menemukan sejumlah teori penciptaan alam semesta, Alquran, sebagai firman Allah SWT,  yang diajarkan Nabi Muhammad SAW telah mengungkap dan menyibak rahasia penciptaan alam semesta.  Alquran telah menjelaskan bagaimana alam semesta – bumi dan langit – diciptakan bagi umat manusia.

Dalam Alquran surat Shaad ayat 27, Allah SWT berfirman, “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang itu karena mereka akan masuk neraka.”

Aliran materialisme sangat bertentangan dengan ajaran Alquran. Sebab, aliran tersebut menyatakan bahawa alam semesta ada tanpa direncanakan dengan visi tertentu. Dalam surat Ali Imran ayat 191, Sang Khalik berfirman,” (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Alquran menggambarkan penciptaan alam semesta dalam enam masa.  “Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan diciptakanNya pula matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahsuci Allah Tuhan semesta alam.

Lalu siapa lagi jika bukan Allah yang mampu menciptakan Ledakan Besar yang indah. Pasalnya hasil Ledakan Besar itu kini tersusun rapi menjadi materi seperti planet, bintang, galaxi, kluster, dan superkluster di jagad raya. Ledakan tersebut tidak seperti ledakan bom yang hasilnya hancur berantakan. Maka Allah menciptakan alam semesta ini tentunya agar diambil hikmahnya bagi manusia.

Baca Juga:   Al-Quran dan Sains Modern (1)

 

Ayat-ayat Penciptaan Alam Semesta

Berikut beberapa ayat tentang penciptaan alam semesta itu:

* ”(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS: Ali ‘Imran: 191)

* Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (QS: Ali Imran: 190).

* Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. (QS: Al An’aa,:11)

* Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS Al-An’aam (Binatang ternak) ayat 73)

* Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy {548}. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS: Al A’raaf: 54)

* Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi…” (QS At Taubah: 36)

*  ”Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.” (QS: AL Anbiyaa: 30)

 


Download artikel terkait:
Penciptaan Alam Semesta dalam al-Quran

 


Video terkait:

 


 

7 comments
  1. EKA NURCAHYATI

    Dalam akidah islam alam adalah semua yang ada selain allah. Alam adalah ciptaan allah, dan masih banyak alam yang belum terungkap oleh akal pikiran manusia oleh karena itu dalam al-quran dijelaskan beberapa ayat tentang penciptaan manusia. Dalam artikel serta makalah pada link ini sudah menjelaskan beberapa ayat yang menjelaskan tentang penciptaan alam semesta.

  2. Lila Handini

    Alam adalah segala sesuatu yang ada atau yang dianggap ada oleh manusia di dunia ini selain Allah beserta Dzat dan sifat-Nya. Alam semesta adalah segala sesuatu yang ada pada diri manusia dan di luar dirinya yang merupakan suatu kesatuan sistem yang unik dan misterius dan dapat dicapai oleh indera manusia yang merupakan ciptaan Allah yang diurus dengan kehendak dan perhatian Allah.
    Teori Big bang menyatakan bahwa alam semesta terbentuk oleh suatu ledakan besar. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa terdapat permulaan pada alam semesta. Al Qur’an menerangkan bahwa yang pertama kali Allah ciptakan sebelum ada bintang-bintang dan galaksi, adalah bumi, kemudian Allah SWT siapkan makanan di bumi bagi subjek utama penciptaan alam semesta , yaitu manusia. Baru setelah itu Allah ciptakan langit dan bintang-bintang dalam enam masa. Seperti diterangkan dalam Surat Al A’raf ayat 54, alam semesta ini diciptakan selama 6 masa.
    Tujuan alam diciptakan adalah bukan untuk dirusak, dicemari, dan dihancurkan. Akan tetapi adalah untuk difungsikan semaksimal mungkin dalam kehidupan. Pada akhirnya alam diciptakan hanya sebagai fasilitas semata bagi manusia untuk mengenal dan lebih mendekatkan diri pada Allah.
    Setelah mengalami perkembangan yang begitu pesat, pada saatnya alam semesta ini akan mencapai titik akhir keberadaannya. Hal ini ditandai dengan datangnya hari kiamat. Kiamat adalah hari terakhir dalam kehidupan ini, yaitu hari dimana dunia dan seisinya mengalami bencana besar, kebinasaan, dan kerusakan yang teramat dahsyat.

  3. NITA FATHONAH

    Assalamualaikum wr wb bapak, Saya Nita Fathonah 1810105001 setuju bahwa terdapat teori yang menyatakan adanya “awal atau permulaan” pada alam semesta yang disebabkan oleh Big Bang, kalau alam semesta itu memiliki permulaan, maka tentu saja ada yang menciptakannya yakni Tuhan, Sang Pencipta semesta alam. Hal tersebut sudah dijelaskan dalam Al-quran mengenai pencitaan alam semesta, bumi dan langit, diciptakan bagi umat manusia karena Al-Qur’an sebagai firman Allah SWT, yang diajarkan Nabi Muhammad SAW telah mengungkap dan menyibak rahasia penciptaan alam semesta yang harus kita pahami dengan benar makna dan isinya. Oleh karena itu kita harus bisa mengambil hikmah dari penciptaan alam semesta ini, yakni hal tersebut adalah bukti ke-esa an Allah dimana kita harus tunduk dan patuh terhadap segala perintah dan larangan Nya.
    Terima kasih ..
    Wassalamualaikum wr wb ..

  4. NITA FATHONAH

    Saya setuju dengan pendapat bahwa terdapat teori yang menyatakan adanya “awal atau permulaan” pada alam semesta yang disebabkan oleh Big Bang, kalau alam semesta itu memiliki permulaan, maka tentu saja ada yang menciptakannya yakni Tuhan, Sang Pencipta semesta alam. Hal tersebut sudah dijelaskan dalam Al-quran mengenai pencitaan alam semesta, bumi dan langit, diciptakan bagi umat manusia karena Al-Qur’an sebagai firman Allah SWT, yang diajarkan Nabi Muhammad SAW telah mengungkap dan menyibak rahasia penciptaan alam semesta yang harus kita pahami dengan benar makna dan isinya. Oleh karena itu, kita harus bisa mengambil hikmah dari penciptaan alam semesta ini, yakni hal tersebut adalah bukti ke-esa an Allah dimana kita harus tunduk dan patuh terhadap segala perintah dan larangan Nya.
    Terima kasih ..

  5. Nita Fathonah

    Assalamualaikum wr wb
    Saya setuju dengan pendapat bahwa terdapat teori yang menyatakan adanya “awal atau permulaan” pada alam semesta yang disebabkan oleh Big Bang, kalau alam semesta itu memiliki permulaan, maka tentu saja ada yang menciptakannya yakni Tuhan, Sang Pencipta semesta alam. Hal tersebut sudah dijelaskan dalam Al-quran mengenai pencitaan alam semesta, bumi dan langit, diciptakan bagi umat manusia karena Al-Qur’an sebagai firman Allah SWT, yang diajarkan Nabi Muhammad SAW telah mengungkap dan menyibak rahasia penciptaan alam semesta yang harus kita pahami dengan benar makna dan isinya. Oleh karena itu, kita harus bisa mengambil hikmah dari penciptaan alam semesta ini, yakni hal tersebut adalah bukti ke-esa an Allah dimana kita harus tunduk dan patuh terhadap segala perintah dan larangan Nya.
    Terima kasih ..
    Wassalamualaikum wr wb ..

  6. Indriani khisma prahesti

    Alam adalah segala sesuatu yang ada atau yang dianggap ada oleh manusia di dunia ini, selain Allah beserta Dzat dan sifat-Nya. Alam dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah alam ghoib dan alam syahadah yang dalam bahasa sehari-hari disebut sebagi alam semesta.

    Alam semesta merupakan ciptaan Allah yang diurus dengan kehendak dan perhatian Allah. Allah menciptakan alam semesta ini dengan susunan yang teratur dalam aspek biologi, fisika, kimia, dan geologi beserta semua kaidah sains. Definisi dari alam semesta itu sendiri adalah segala sesuatu yang ada pada diri manusia dan di luar dirinya yang merupakan suatu kesatuan sistem yang unik dan misterius.

  7. LUTHFIANA AHIDA CHOIRUNISA (1810105036)_Kelas A_D3 Kebidanan

    maasya allah, allah telah menjelaskan semua kejadian yang ada pada alam semesta ini. Jauh sebelum para ilmuwan menemukan berbagai macam teori mengenai terbentuknya alam semesta. Beberapa teori memang benar, seperti big bang theory (teori ledakan besar), namun sesuai yang telah dijelaskan dalam al Qur’an bahwasanya Allah menciptakan alam semesta bukan tanpa alasan serta bukan untuk hal sia-sia, namun Allah menciptakan alam semesta adalah sebagai bentuk tanda kekuasaan Allah agar makhluknya berfikir dan mempertebal kadar keimanan makhluknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Pesan
Assalamu'alaikum. Ada ikan di balik batu, apa yang bisa dibantu?