Narasi

Redaksi

Tentang Narasi

Narasi merupakan media yang concern terhadap isu-isu pemikiran dan kebudayaan yang berkontekstualisasi dengan agama dan konteks sosial yang lebih luas. Tentunya, isu-isu yang dibahas di dalamnya memiliki dimensi yang sangat luas, merekam jejaring pikiran-pikiran yang dinamis dalam kebudayaan dan kemanusiaan.

Tim Redaksi

Askuri merupakan seorang fellow di George Washington University, peneliti di Indonesian Consortium for Religious Studies, dan pengajar di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Ia meraih award dari National Academy of Sciences (NAS) Amerika Serikat melalui program Partnerships for Enhanced Engagement in Research (PEER). Ia pernah mengepalai sebuat riset berskala internasional tentang "linguistic piety in Indonesia" dengan berkolaborasi dengan Prof. Joel C. Kuipers dari George Washington University yang didukung oleh National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat. Juga, ia terpilih sebagai salah satu awardee dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk sebuah riset berskala nasional tentang the Politics of Naming in Indonesia.

 

 

Joel C. Kuipers merupakan seorang guru besar bidang Antropologi Linguistik di George Washington University. Ia concern terhadap isu-isu kebudayaan di Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Ia telah mulai bekerja di Indonesia semenjak akhir dekade 1970-an dengan melakukan riset di pedalaman Nusa Tenggara Timur. Mulai awal tahun 2000-an, ia mulai kerja riset yang cukup strategis bagi pendekatan ilmu-ilmu sosial bersama mahasiswa bimbingannya: Askuri. Sampai saat ini, ia sangat produktif dalam diskursus keilmuan tentang Islam di Indonesia dilihat dari pendekatan Antropologi Linguistik.

Kebijakan Redaksi

Sebagai media terbuka yang menarasikan pikiran-pikiran berkemajuan dalam berkebudayaan, Redaksi menerima tulisan dari berbagai pihak, dan akan menerbitkannya sepanjang sesuai dengan misi Narasi. Redaksi akan mengkomunikasikan kepada penulis tentang beberapa hal yang mungkin bisa diperbaiki, sebelum diterbitkan.

Kirim Pesan
Assalamu'alaikum. Ada ikan di balik batu, apa yang bisa dibantu?